Smart UBM, Upaya Puskesmas Jati Pangkas Stunting

Setelah inovasi SMART UBM diterapkan mulai November 2024 hingga Mei 2025, terjadi perubahan signifikan dalam pendekatan layanan dan hasil di lapangan. Inovasi ini mengintegrasikan edukasi berhenti merokok ke dalam berbagai program Puskesmas, seperti posyandu, dan kunjungan rumah

Penerapan Inovasi Smart UBM

Pada wilayah kerja UPTD Puskesmas Jati, ditemukan 153 kasus stunting yang teridentifikasi hingga pertengahan tahun 2024, 103 kasus (67%) berasal dari keluarga yang memiliki anggota rumah tangga perokok. Angka ini menegaskan bahwa kebiasaan merokok di rumah berperan signifikan dalam memperburuk status gizi anak.

Di wilayah kerja Puskesmas Jati, kebiasaan merokok masih menjadi bagian dari budaya sehari-hari di banyak keluarga. Berdasarkan data pemetaan keluarga tahun 2024, dari total 2.513 kepala keluarga (KK), tercatat hanya 1.530 KK (60,9%) yang bebas dari anggota keluarga perokok. Artinya, hampir 4 dari 10 keluarga masih hidup dalam paparan asap rokok, termasuk balita dan ibu hamil yang merupakan kelompok paling rentan. Lebih jauh, dari 153 kasus stunting yang tercatat, sebanyak 103 kasus (67%) berasal dari keluarga yang memiliki anggota perokok. Temuan ini mengindikasikan bahwa rokok bukan hanya menjadi persoalan perilaku individu, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas tumbuh kembang anak di lingkungan rumah tangga.

Setelah inovasi SMART UBM diterapkan mulai November 2024 hingga Mei 2025, terjadi perubahan signifikan dalam pendekatan layanan dan hasil di lapangan. Inovasi ini mengintegrasikan edukasi berhenti merokok ke dalam berbagai program Puskesmas, seperti posyandu, dan kunjungan rumah. Kader dilatih untuk mendampingi keluarga perokok, sementara konseling dan media edukatif digunakan untuk membangun kesadaran bersama di tingkat rumah tangga. Hasilnya, pada tahun 2025, jumlah keluarga tanpa perokok meningkat menjadi 71,5% dari total 3.200 KK, atau meningkat sebanyak 758 KK dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap bahaya rokok dan keterkaitannya dengan stunting juga meningkat, seiring dengan sosialisasi yang lebih merata tentang Peraturan Walikota terkait Kawasan Tanpa Rokok. Dengan perubahan ini, inovasi SMART UBM tidak hanya berhasil menurunkan jumlah keluarga dengan perokok, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.

BERIKUT PETUNJUK TEKNIS INOVASI SMART UBM

UNTUK MENGETAHUI LEBIH LANJUT INOVASI INI HUBUNGI

UPTD PUSKESMAS JATI KOTA PROBOLINGGO

Jalan Hayam Wuruk No. 2b Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Kode Pos 67217. Kota Probolinggo, Provinsi: Jawa Timur

No. Telp: 0335 – 420792 / +62 811 3005 909 | Email : [email protected]

FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI


LINK TERKAIT