
Jumberbalting adalah inisiasi mengadakan kegiatan yang sukarela dikarenakan tidak adannya anggaran yang ada (di Kelurahan Kedopok). Jumberbalting berangkat dari keikhlasan inisiator dan rekan kerjanya untuk mengadakan bantuan kepada orangtua dikhususkan kepadanya yang memiliki balita memiliki kondisi yang tidak baik-baik saja alias gizi buruk sehingga terhambat yang berakibat kekurangan gizi kronis.
Dokumentasi kegiatan Jumberting
Masalah gizi pada balita masih menjadi masalah utama dalam tatanan kependudukan. Permasalahan gizi pada balita diantaranya stunting, wasting dan overweight (World Health Organization, 2020). Stunting masih menjadi masalah gizi utama di negara berkembang seperti Indonesia. Stunting atau kekurangan gizi kronis adalah masalah gizi akibat kekurangan asupan gizi dari makanan yang berlangsung cukup lama (Andriani et al., 2017). Balita pendek (stunting) dilihat dari panjang badan atau tinggi badan yang kurang dari -2 SD menurut referensi global WHO untuk anak-anak dibandingkan dengan anak lain seusia mereka (World Health Organization, 2013).
Kejadian stunting akan memberikan dampak yang tidak baik bagi balita. Dampak stunting jangka pendek berupa perkembangan fi sik dan mental terganggu, kecerdasan menurun, hingga masalah metabolisme. Sedangkan, dampak stunting jangka panjang berupa menurunnya kemampuan kognitif, menurunnya daya tahan tubuh sehingga tubuh rentan terserang penyakit, dan berisiko terserang penyakit degeneratif seperti diabetes militus, penyakit kardiovaskular, kanker, stroke, serta tidak dapat bersaing dalam bekerja yang akan berakibat pada rendahnya produktivitas (Unicef Indonesia, 2012).
Stunting pada balita dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, panjang badan pada saat lahir, kecukupan makronutrien (protein, karbohidrat) dan mikronutrien yaitu (kalsium, vitamin A, zat besi dan zinc). Faktor utama penyebabnya ialah tingkat kecukupan protein (Siringoringo et al., 2020). Penelitian yang dilakukan oleh Sutriyawan dan Nadhira tahun 2020 menyatakan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting atau pendek ialah pengetahuan ibu, ASI eksklusif dan sanitasi dasar (Sutriyawan dan Nadhira, 2020).
Prevalensi balita yang mengalami stunting di dunia menurut WHO adalah sebesar 21,9%. Sebagian besar balita stunting ini berasal dari Asia (World Health Organization, 2020). Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi balita stunting di Indonesia menurun dari tahun 2019 hingga 2021 yaitu dari 27,67% menjadi 24,4%.
Balita stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik dan kognitif anak terhambat akibat kekurangan gizi kronis. Masalah ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup anak di masa depan. Oleh karena itu, perlu adanya program yang dapat membantu mencegah dan mengatasi masalah stunting pada balita. Salah satu program yang dapat dilakukan oleh Kelurahan Kedopok adalah Jumat Berkah untuk Balita Stunting yang disingkat menjadi JUMBERTING.
Urgensi adanya program JUMBERTING
Jumberbalting adalah inisiasi mengadakan kegiatan yang sukarela dikarenakan tidak adannya anggaran yang ada (di Kelurahan Kedopok). Jumberbalting berangkat dari keikhlasan inisiator dan rekan kerjanya untuk mengadakan bantuan kepada orangtua dikhususkan kepadanya yang memiliki balita memiliki kondisi yang tidak baik-baik saja alias gizi buruk sehingga terhambat yang berakibat kekurangan gizi kronis.
Melihat keprihatinan ini, inisiator bermufakat dengan rekan kerja bersedekah dari gaji yang didapatkan setiap bulan dan disalurkan kepada balita stunting di wilayah Kelurahan Kedopok.
PETUNJUK TEKNIS JUMBERTING
INFO LEBIH LANJUT MENGENAI JUMBERTING HUBUNGI KELURAHAN KEDOPOK dengan DM ke instagram
atau tulis pada dinding Facebook Kelurahan Kedopok DI SINI
Atau hubungi wa Pelayanan DI SINI
Datang ke
KANTOR KELURAHAN KEDOPOK
Jl MaAstrip No 9 (0335)434808 Kode Pos 67231