Melalui Sispodis, SMPN 9 Bentuk Karakter Siswa Melalui Sistem yang Kolaboratif dan Humanis

Inovasi ini memperkenalkan sistem poin digital dan manual yang tidak hanya mencatat pelanggaran, tetapi juga memberikan penghargaan atas tindakan positif. Siswa kini didorong untuk memperbaiki diri dengan melakukan aksi positif yang dapat mengurangi poin negatif mereka, menumbuhkan budaya disiplin berbasis kesadaran dan tanggung jawab pribadi.

Guru BK (Kiri) dan Wali Kelas sedang menindaklanjuti penerapan Sispodis

KANIGARAN - Menjawab tantangan pembentukan karakter dan pengawasan perilaku siswa di era modern, SMP Negeri 9 Probolinggo meluncurkan sebuah inovasi terobosan bernama SISPODIS (Sistem Poin Disiplin Siswa). Kepala Sekolah SMPN 9, Qamaruddin mengatakan, sistem ini dirancang untuk mengatasi masalah pelanggaran tata tertib yang berulang dan kurangnya pengawasan efektif terhadap siswa, dengan fokus pada pendekatan edukatif, restoratif, dan kolaboratif antara sekolah, siswa, dan orang tua.

"Sebelum adanya SISPODIS, pencatatan pelanggaran dan tindakan disiplin di SMPN 9 Probolinggo dilakukan secara manual, seringkali tanpa sistem insentif untuk perilaku baik. Akibatnya, siswa yang melanggar kerap mengulangi kesalahan karena tidak ada sistem evaluasi menyeluruh dan pembinaan cenderung bersifat hukuman tanpa tindak lanjut terstruktur," jelasnya.

SISPODIS menurut Qamar, mengubah paradigma ini. Inovasi ini memperkenalkan sistem poin digital dan manual yang tidak hanya mencatat pelanggaran, tetapi juga memberikan penghargaan atas tindakan positif. Siswa kini didorong untuk memperbaiki diri dengan melakukan aksi positif yang dapat mengurangi poin negatif mereka, menumbuhkan budaya disiplin berbasis kesadaran dan tanggung jawab pribadi. "Sistem ini juga menyediakan data perilaku siswa yang transparan, terstruktur, dan terukur, mempermudah evaluasi dan pengambilan kebijakan," jelasnya.

Perbedaan SISPODIS dengan sistem sejenis, SMPN 9 mengadopsi model kolaboratif yang menggabungkan pendekatan humanistik — pembinaan karakter berbasis pemulihan — dengan monitoring digital. Guru, wali kelas, dan staf sekolah dapat memberikan poin berdasarkan perilaku siswa melalui formulir digital atau manual. Data kemudian direkap secara mingguan dan bulanan oleh guru BK, lalu dibagikan kepada wali kelas dan kepala sekolah. Orang tua pun menerima laporan berkala mengenai perilaku anak mereka, termasuk rencana tindak lanjut pembinaan, sehingga meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pengawasan dan pembinaan karakter.

"Keunggulan SISPODIS terletak pada kemampuannya memadukan aspek korektif dan penguatan positif secara seimbang. Sistem ini juga dilengkapi dengan rekap data digital dan grafik perkembangan yang mempermudah monitoring oleh sekolah dan orang tua. Ini adalah langkah signifikan menuju digitalisasi layanan pemerintahan dan administrasi pendidikan," pungkasnya.


Berikut Petunjuk Pedoman Teknis Inovasi Ini


INGIN MENGETAHUI LEBIH LANJUT MENGENAI INOVASI INI HUBUNGI:

Alamat kantor:

SMP NEGERI 9 PROBOLINGGO Jl. Hos Cokroaminoto No.11, Kebonsari Kulon, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo, Jawa Timur 67214

 No telp: (0335) 421673

Email Kantor:  [email protected]


FACEBOOK: SMP Negeri 9 Kota Probolinggo

Youtube: SMPN 9 Probolinggo

LINK TERKAIT