
Inovasi Genta Proganik (Gerakan Pertanian Probolinggo Organik) ini dimulai dari pendeklarasian pada Tanggal 23 Septermber 2024 oleh Asosiasi Petani Organik Bayu Indah Kota Probolinggo yang dibina oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo. Inovasi ini merupakan perkembangan dari inovasi “Setetes MOL, Sejuta Kehidupan”
Proses Pelatihan Pertanian Organik yang dilakukan oleh Bidang Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
MAYANGAN - Inovasi Genta Proganik (Gerakan Pertanian Probolinggo Organik) ini dimulai dari pendeklarasian pada Tanggal 23 Septermber 2024 oleh Asosiasi Petani Organik Bayu Indah Kota Probolinggo yang dibina oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo. Inovasi ini merupakan perkembangan dari inovasi “Setetes MOL, Sejuta Kehidupan”.
Setelah deklarasi dilakukan, selanjutnya dilakukan penerapan inovasi dengan pelatihan budidaya pertanian organik (dalam hal ini sebagai uji coba pada tanaman padi) pada September – Desember 2024 yang dilaksanakan oleh Bidang Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan yang meliputi Pembuatan dan penggunaan bahan organik mulai dari persiapan lahan, treatmen benih/bibit, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit hingga sampai panen dan pasca panen yang diikuti oleh 20 orang dimana peserta terbagi merata pada 5 Kecamatan di Kota Probolinggo.
Pelatihan ini dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah lahan masing-masing kecamatan. Tidak hanya untuk Petani, Gerakan Pertanian Probolinggo Organik juga diterapkan pada kegiatan P2L (Pekarangan Pangan Lestari) sebanyak 10 kelompok yang berisi masing-masing kelompok 25 orang (total 250 orang) dan kegiatan pelatihan Budidaya Cabai Irigasi Tetes yang diikuti oleh 20 orang pada tiap kecamatan (total 120 orang). Pelatihan ini tidak hanya mengembangkan Pupuk Organik saja melainkan juga pestisida Nabati, Pembuatan PGPR, dan Perbanyakan serta aplikasi Agens Hayati. Dalam pelatihan tersebut petani dilatih untuk dapat mengembangkan produk pupuk atau pestisida organik yang memiliki potensi di wilayah masing-masing, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia.
Setelah pelatihan, maka tindak lanjutnya adalah proses penerapan organik dalam setiap budidaya pertanian tetap terus dilanjutkan baik pada tanamana pangan maupun hortikultura yang tetap didampingi oleh Tim Pengelola Genta Proganik.
Keunggulan dari adanya inovasi Genta Proganik ini di antaranya, masyarakat dapat menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75% dibanding pertanian konvensional. Menjaga sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang baik merupakan hal yang penting dalam pertanian organik. Dalam pengembangannya, pertanian organik banyak memanfaatkan bahan bahan dalam alam atau sampah atau limbah rumah tangga bahkan limbah peternakan. Contohnya antara lain sisa sayur dan buah yang tidak layak konsumsi, urine dan kotoran sapi atau kambing dan dedaunan kering.
Kondisi sebelum adanya inovasi: Kondisi tanah minim unsur hara dan bahan organik serta struktur tanah yang keras dan cukup susah untuk dilakukan pengolahan tanah. Intensitas serangan dan luas serangan OPT tanaman cukup tinggi.
Kondisi setelah adanya inovasi: Kondisi setelah inovasi tersedianya unsur hara makro dan unsur hara mikro serta bahan organik bagi tanaman. Populasi serangan OPT padi dapat terkendali.
BERIKUT PETUNJUK TEKNIS INOVASI GENTA PROGANIK
UNTUK MENGETAHUI LEBIH LANJUT MENGENAI INOVASI SILAHKAN HUBUNGI
Bidang Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
JL. Soekarno Hatta No. 265, Kota Probolinggo
(0335) 433191
[email protected]
FOLLOW SOSIAL MEDIA KAMI