Manfaatkan Bayam Brazil, SMPN 8 Luncurkan Batolu

Inovasi "BaToLu" memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengembangan produk bayam Brazil dan toga di lingkungan sekolah

Pengolahan Bayam Brazil untuk Produk Makanan

Guna memberikan pengetahuan yang lebih baik pada siswanya, SMPN 8 luncurkan Inovasi Batolu. Akronim dari Bayam Brazil dan Toga SMP Wolu. Inovasi tentang apakah Batolu ini? Mari baca penjelasan berikut ini

Latar Belakang Kegiatan

Undang-Undang Pertanian No. 19 Tahun 2013 menekankan pentingnya pendidikan pertanian sebagai bagian dari upaya penyuluhan pertanian. Sekolah memegang peranan penting dalam pembentukan generasi muda yang peduli terhadap pertanian, lingkungan, dan kemandirian pangan. Melalui inovasi "BaToLu", sekolah memberikan ruang kepada peserta didik untuk menggali pengetahuan dan keterampilan yang ada dalam diri peserta didik mengenai pentingnya pertanian, diversifikasi tanaman, dan teknik budidaya yang berkelanjutan.

Inovasi "BaToLu" memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengembangan produk bayam Brazil dan toga di lingkungan sekolah. Melalui pengalaman langsung ini, peserta didik dapat membangun serta mengembangkan minat dan keterampilan dalam budidaya bayam Brazil dan toga serta produk makanan dan minuman dengan bahan bayam Brazil dan toga.

Selain itu, inovasi ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian No. 45 Tahun 2020 tentang Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Dalam Peraturan Menteri Pertanian tersebut, pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian yang berkelanjutan. Dalam konteks lingkungan sekolah, pendekatan ini dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik tentang budidaya tanaman obat keluarga dan manfaatnya bagi kesehatan dan lingkungan.

Kegiatan ini juga didasarkan pada RPJMD Kota Probolinggo Tahun 2019-2024. Pembangunan bidang pendidikan mempunyai peran yang sangat strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia yang diharapkan yakni mampu melakukan inovasi, kreasi serta memiliki karakter dan budi pekerti yang luhur.

Kegiatan ini juga didasarkan dari hasil rapat yang diselenggarakan oleh sekolah pada awal tahun ajaran untuk pembentukan Tim Pengembang Inovasi Produk Unggulan Sekolah. 

Rapat tersebut merupakan bagian dari langkah strategis sekolah untuk memajukan kualitas pendidikan melalui inovasi produk unggulan. Dalam rapat ini, berbagai pihak yang terlibat di sekolah, termasuk kepala sekolah, para guru, staf administrasi, dan perwakilan siswa, berkumpul untuk membahas dan merumuskan rencana pembentukan Tim Pengembang Inovasi Produk Unggulan Sekolah.

Tim ini dibentuk dengan tujuan utama untuk merancang, mengembangkan, dan mempromosikan produk-produk inovatif yang dapat meningkatkan citra dan prestasi sekolah. Anggota tim dipilih berdasarkan kompetensi, kreativitas, dan dedikasi mereka terhadap visi dan misi sekolah. Selain itu, rapat ini juga berfungsi sebagai forum untuk mendiskusikan berbagai ide dan strategi yang dapat mendukung keberhasilan program pengembangan ini sepanjang tahun ajaran.

 Tujuan Inovasi

1.    Mendorong kesadaran peserta didik akan pentingnya budidaya tanaman dan keberlanjutan lingkungan.

2.    Meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pola konsumsi makanan dan minuman yang meningkatkan kesehatan.

3.    Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berpartisipasi dalam kegiatan budidaya dan membangun keterampilan hidup yang berkelanjutan.

4.    Memperkenalkan tanaman-tanaman baru, seperti bayam Brazil dan tanaman toga, sebagai alternatif yang bergizi dan ramah lingkungan bagi masyarakat sekolah dan sekitarnya.

5. Menyumbangkan pada upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terutama dalam aspek kesehatan (SDGs 3) dan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12).

Dengan budidaya bayam Brazil dan toga di lingkungan sekolah, dapat meningkatkan produksi makanan dan minuman sesuai kondisi sekolah. Hal ini akan mengurangi ketergantungan peserta didik mengkonsumsi jenis makanan dan minuman yang tidak mendukung kesehatan. Konsumsi tanaman bayam Brazil yang kaya akan nutrisi dan toga yang memiliki manfaat kesehatan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan sehat dan bergizi di kalangan peserta didik dan masyarakat sekolah.

Partisipasi peserta didik dalam kegiatan pertanian di sekolah akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran dan membantu mengembangkan keterampilan praktis dalam pertanian dan lingkungan. Praktik pertanian berkelanjutan yang diterapkan dalam inovasi ini akan membantu meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan peserta didik dan masyarakat sekolah, serta mempromosikan nilai-nilai keberlanjutan.

Peningkatan Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Inovasi "BaToLu" secara langsung mendukung beberapa target SDGs, terutama dalam aspek kesehatan (SDGs3) serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12).

MANUAL BOOK BATOLU


Follow SMPN 8 di Media Sosial


atau hubungi SMPN 8 di

LINK TERKAIT