
Maraknya isu lingkungan yang tengah berkembang memicu Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo untuk terus mengembangkan inovasi yang dimiliki. Kepala DLH, Retno Wandansari mengatakan Inovasi Aksi Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim dengan perbanyak Biopori (Si Mak Ngebor) ini telah diterapkan sejak tahun 2020 sampai saat ini dan telah menghasilkan sebanyak 923 lubang Biopori yang tersebar di seluruh Kota Probolinggo.
Proses Pengeboran Lubang Biopori
MAYANGAN - Maraknya isu lingkungan yang tengah berkembang memicu Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo untuk terus mengembangkan inovasi yang dimiliki. Kepala DLH, Retno Wandansari mengatakan Inovasi Aksi Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim dengan perbanyak Biopori (Si Mak Ngebor) ini telah diterapkan sejak tahun 2020 sampai saat ini dan telah menghasilkan sebanyak 923 lubang Biopori yang tersebar di seluruh Kota Probolinggo.
"Inovasi ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan di Kota Probolinggo seperti pengilahan sampah, peningkatan Emisi Gas Rumah Kaca (GEK), perubahan iklim, kebersihan lingkungan, mengurangi genangan air hujan dan timbulnya penyakit," ujar Retno
Dalam 3 tahun terakhir, lanjut Retno, terdapat beberapa pengembangan yaitu peralatan yang digunakan untuk mengebor lubang biopori tidak lagi secara manual melainkan menggunakan mesin bor biopori sehingga lebih mudah dan tepat.
"Pengembangan kedua yaitu sarana pipa yang dulunya menggunakan ukuran 3”- 4” sekarang menjadi 6” agar dapat menghasilkan lubang yang besar. Oleh karena itu Inovasi Si Mak Ngebor berkembang dengan sebutan baru yaitu Si Mak Ngebor Luber, kepanjangan dari Aksi Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim dengan Perbanyak Biopori Lubang Besar," jelasnya.
Si Mak Ngebor Luber terbukti memberikan banyak manfaat bagi lingkungan yaitu mengurangi genangan air di permukiman, menjadikan rumah sebagai tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos yang berguna untuk meyuburkan tanaman. "Dengan lubang Biopori, meningkatkan daya resap air dan tanah semakin sehat," pungkas Retno.
Sebagai informasi, pengolahan sampah organik melalui 923 Lubang Biopori telah berhasil menurunkan Emisi sebanyak 13,8 ton CO2 EQ sampah organik terkelola per biopori sebanyak 106 Kg/ tahun dan pupuk kompos yang di hasilkan perbiopori sebanyak 24 Kg/tahun. Sehingga dalam 1 tahun menghasilkan 73.1 ton sampah organik dan 16.56 ton pupuk kompos.
Informasi Lebih lengkap mengenai Edukasi Si Mak Ngebor Luber (Aksi Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim dengan Perbanyak Biopori Lubang Besar), dapat menghubungi
DLH Kota Probolinggo di Jalan Anggrek No 15 Kel. Sukabumi Kec. Mayangan Kota Probolinggo Provinsi Jawa Timur No. Telp (0335) 421646 WA: 08113041303.
PETUNJUK TEKNIS SI MAK NGEBOR
FOLLOW MEDIA SOSIAL KAMI